Indikator
  • USD → IDR Jual: 13,307 • USD → IDR Beli: 13,321
  • EUR → IDR Jual: 15,495 • EUR → IDR Beli: 15,515
  • HKD → IDR Jual: 1,704 • HKD → IDR Beli: 1,706
  • JPY → IDR Jual: 119 • JPY → IDR Beli: 119
  • AUD → IDR Jual: 10,531 • AUD → IDR Beli: 10,548
  • SGD → IDR Jual: 9,754 • SGD → IDR Beli: 9,772
  • Emas Jual → 550,000 • Emas Beli → 528,000
  • Perak Jual → 10,300
  • Update Tanggal 22-07-2017

Menteri Jonan Luruskan Berita soal Indonesia Impor LNG dari Singapura

Home / Peristiwa - Nasional / Menteri Jonan Luruskan Berita soal Indonesia Impor LNG dari Singapura
Menteri Jonan Luruskan Berita soal Indonesia Impor LNG dari Singapura Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan. (Foto: Dok TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan menglarifikasi informasi soal impor gas alam cair (LNG) dari Singapura.

"Itu saya kira pemberitaannya kurang pas, Singapura itu menawarkan mini LNG tanker untuk salurkan LNG kita agar digunakan di pembangkit yang ada di kepulauan Indonesia bagian barat," kata Jonan usai membuka acara di IndoEBTKE ConEx 2017, Balai Kartini, Jakarta, Rabu (13/9) seperti dilansir Antara.

Klarifikasi tersebut untuk meluruskan berita soal pernyatan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan beberapa saat lalu bahwa Singapura menawarkan pasokan gas alam cair (liquefied natural gas/LNG) untuk menghidupkan pembangkit listrik di sejumlah wilayah terpencil sekitar Sumatera dan Gorontalo.

Luhut menuturkan LNG itu nantinya akan disalurkan dengan fasilitas yang dapat digerakkan ke lokasi-lokasi tujuan dengan terminal terapung yang di dalamnya dilengkapi dengan fasilitas untuk menampung LNG dan fasilitas untuk mengubah LNG menjadi gas (regasifikasi) atau lazim disebut Floating Storage and Regasification Unit (FSRU).

"Mereka yang bangun, jadi nanti (mereka) investasi juga di situ," katanya.

Karena pasokannya diperuntukkan bagi wilayah terpencil, jumlah pasokannya nanti diperkirakan dapat mencapai kapasitas 500 MW.

"Total nanti semua hampir 500 MW tapi itu kecil-kecil untuk pulau-pulau, ada yang 25 MW, ada yang 50 MW, termasuk 100 MW di Gorontalo," tuturnya.

Tawaran dari Singapura tersebut merupakan upaya tindak lanjut rencana peningkatan kerja sama sektor energi antara kedua negara yang disampaikan akhir April lalu.

Berita Terkait

Komentar

Top
Tim.my.id Wawanita.com satriamedia.com